PHE Genjot Eksplorasi New Frontier, Catat Ya!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bali, ruangenergi.com- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat strategi eksplorasi migas dengan menggarap wilayah-wilayah new frontier sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi dan mendukung ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut disampaikan Vice President Drilling & Well Intervention PHE, Fata Yunus, dalam ajang SPE/IADC Asia Pacific Technology Conference yang berlangsung di Bali pada 5–6 Agustus 2026 melalui presentasi bertajuk “PHE: Drilling at New Frontier”.

Fata mengatakan pengembangan wilayah new frontier menjadi salah satu fokus utama PHE untuk menemukan cadangan migas baru, seiring meningkatnya tantangan dalam mempertahankan produksi dari lapangan-lapangan eksisting.

Menurutnya, PHE saat ini tengah mempersiapkan kegiatan pengeboran eksplorasi di wilayah laut dalam (deepwater) serta pada lapangan dengan karakteristik High Pressure High Temperature (HPHT). Di saat yang sama, perusahaan tetap menjaga keandalan operasi dan produksi dari sumur-sumur yang telah beroperasi.

Untuk mendukung keberhasilan proyek-proyek tersebut, PHE mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pengeboran.

“Fokus utama kami adalah eksekusi yang sempurna tanpa membuang-buang waktu (zero non-productive time), sembari menjaga keekonomian proyek di tingkat optimal,” kata Fata.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta pemanfaatan AI menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan potensi migas di laut dalam maupun sumber daya migas nonkonvensional secara aman, efisien, dan berkelanjutan.

Selain itu, PHE juga tengah mengembangkan potensi shale oil di Indonesia melalui penerapan teknologi Multi-Stage Fracturing (MSF). Untuk mempercepat proses pengembangan menuju tahap komersial, perusahaan menerapkan pendekatan factory model dengan berbagai strategi operasional, antara lain batch drilling, penggunaan multi-wellpad, serta metode zipper fracturing melalui operasi simultan.

Sepanjang 2026, PHE menargetkan pelaksanaan pengeboran pada 12 sumur Multi-Stage Fracturing (MSF). Tahap ketiga program eksplorasi MSF dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Desember 2026.

Ke depan, PHE juga mengkaji penerapan teknologi MSF tidak hanya pada pengembangan shale oil, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas reservoir bertekanan rendah (low-pressure reservoir) maupun lapangan migas konvensional.

Melalui pengembangan wilayah new frontier dan penerapan teknologi pengeboran mutakhir, PHE berharap dapat meningkatkan peluang penemuan cadangan migas baru sekaligus memperkuat pasokan energi nasional dalam jangka panjang.