rdp 5 okt

Selama Masa Pandemi Kilang Pertamina Dioperasikan Pada Kapasitas Minimum 75 Persen

Jakarta,RuangEnergi.com-Selama pandemi Covid-19, Kilang PT Pertamina (Persero) dioperasikan pada kapasitas minimum (Turn Down Ratio) 75 persen.

Dengan kapasitas tersebut, masih menghasilkan solar berlebih karena rendahnya demand solar masa covid, sehingga perlu dicarikan solusi.

“Untuk mengurangi resiko kerugian yang lebih besar dilakukan Penjualan ekspor solar. Harga ekspor yang diterima market relatif lebih rendah dibandingkan harga domestik karena kondisi :
1. Kargo ekspor tersebut masuk kategori yang perlu segera dijual (kondisi mendesak).
2. Penjualan kargo mendesak ini sangat terbatas dilakukan, dalam kasus ini yang dijual 1 cargo (volume 30.000 KL) untuk menghindari stop operasi Kilang,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam paparan dihadapan Komisi VII DPR,saat rapat dengar pendapat, Senin (5/10/2020) di Jakarta.

tabel

Nicke mamaparkan juga kapasitas produksi solar minimum telah melewati kapasitas storage Nasional karena penurunan demand : rata-rata COVID: 10,6 ~ 12,9 juta barrel vs demand normal 13,5 juta bbl (dampak kumulatif mulai bulan April 2020).

“Apabila Kilang RU V melewati kondisi kapasitas produksi minimum, dapat menyebabkan kilang harus dimatikan dengan potensi kerugian yang sangat besar,” jelas Nicke.

Pertamina akan tetap menyalurkan produk Premium JBKP sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Pemerintah yang tercantum dalam SK Kepala BPH Migas No. 38 tahun 2017.

“Penurunan volume penyaluran Premium di tahun 2020 yang cukup signifikan disebabkan karena dampak Covid-19 dengan adanya kebijakan PSBB dan kebijakan Stay at Home serta adanya peralihan konsumen ke BBM Ramah Lingkungan (JBU),” tegasnya.

BACA JUGA  Lifting Minyak Hingga Agustus Melebihi Target

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *