Good News dari Bunyu: Sumur BN-38 Produksi Minyak 2.221% di Atas Target

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Kabar menggembirakan datang dari Lapangan Bunyu, Kalimantan Utara. Pertamina EP Zona 10 berhasil menghidupkan kembali potensi produksi Sumur BN-38 melalui kegiatan Well Intervention. Hasilnya jauh melampaui target yang ditetapkan.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dalam laporan Good News pada Kamis (1/10/2026), menyampaikan bahwa pekerjaan Well Intervention Sumur BN-38 telah berhasil diselesaikan dengan sasaran utama reopening Lapisan J-72 sekaligus pemasangan gas lift untuk mengoptimalkan kembali produksi sumur. Kegiatan ini merupakan WO/S = Work Over & Well Service.

Sebelum dilakukan intervensi, Sumur BN-38 berada dalam kondisi low production dengan produksi minyak hanya sekitar 8 barel minyak per hari (BOPD).

Namun, setelah rangkaian pekerjaan selesai, hasil uji produksi menunjukkan perubahan yang sangat signifikan.

Pada interval Lapisan J-72 1.076,5–1.077,5 meter, Sumur BN-38 mampu mencatat produksi minyak sebesar 733 BOPD.

Angka tersebut mencapai 2.221% dari target 33 BOPD.

Dengan kata lain, produksi aktual sumur mencapai lebih dari 22 kali lipat target.

Tidak hanya minyak, produksi gas juga melonjak. Sumur ini menghasilkan 0,52 MMSCFD, atau mencapai 520% dari target 0,10 MMSCFD.

Lonjakan produksi tersebut menjadi catatan penting bagi Lapangan Bunyu. Dari kondisi awal sekitar 8 BOPD, Sumur BN-38 kini menghasilkan 733 BOPD.

Artinya, terdapat tambahan sekitar 725 BOPD dibandingkan kondisi sebelum dilakukan intervensi.

Lebih menggembirakan lagi, sumur tersebut telah berstatus Put on Production (PoP). Dengan demikian, tambahan produksi dari BN-38 dapat langsung memberikan kontribusi terhadap pencapaian target produksi Pertamina EP Zona 10.

“Capaian ini menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dibandingkan kondisi sebelum intervensi,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.

Dari sisi operasional, pekerjaan Well Intervention BN-38 dilakukan menggunakan Rig Own SIP-02 berkapasitas 350 HP.

Seluruh pekerjaan diselesaikan dalam waktu hanya 9 hari, dan rig telah release pada 28 September 2026.

Menariknya, efisiensi juga tercatat dari sisi biaya.

Berdasarkan Field Estimate Cost, estimasi realisasi biaya pekerjaan mencapai US$85.896, jauh lebih rendah dibandingkan rencana biaya sebesar US$139.896,21.

Dengan demikian, pekerjaan diperkirakan terealisasi sekitar 61% dari anggaran yang direncanakan.

Keberhasilan BN-38 menjadi tambahan produksi yang signifikan bagi Lapangan Bunyu sekaligus memperkuat profil produksi Pertamina EP Zona 10.

Capaian ini juga menjadi salah satu contoh bagaimana optimalisasi sumur eksisting melalui kegiatan Workover/Well Intervention (WO/S) dapat memberikan tambahan produksi tanpa harus selalu mengandalkan pengeboran sumur baru.

Dalam laporannya, Djoko menyampaikan optimisme agar capaian serupa dapat terus berlanjut pada rangkaian kegiatan pemboran dan WO/S hingga akhir 2026.

Pesan yang disampaikan pun bernuansa optimistis:

“Bersama kita: Doa & BISA. Produksi naik, lifting naik; bisa… bisa… bisa!”

Bagi Pertamina EP Zona 10 dan SKK Migas, keberhasilan BN-38 menjadi kabar positif di tengah upaya mengejar target produksi dan lifting migas nasional hingga penghujung 2026.