Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Upaya meningkatkan produksi minyak nasional dari sumur masyarakat mendapat angin segar. Setelah Bank Mandiri lebih dahulu menandatangani kesepakatan pembiayaan transaksi pembelian minyak dari sumur masyarakat, kini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI ikut masuk ke arena dengan menyiapkan fasilitas pembiayaan bagi para pelaku usaha pengelola sumur minyak masyarakat.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Selasa (4/8/2026) menyampaikan bahwa semakin banyaknya bank pelat merah yang terlibat menjadi sinyal kuat dukungan sektor keuangan terhadap peningkatan produksi minyak nasional.
“Alhamdulillah setelah kemarin Bank Mandiri teken untuk membiayai transaksi minyak sumur masyarakat, kini BNI-46 berlomba dengan Bank Mandiri untuk membiayai transaksi minyak dari sumur masyarakat. Insya Allah next BRI, sehingga geliat kenaikan produksi minyak dari sumur masyarakat akan terus bertambah. Aamiin YRA,” ujar Djoko Siswanto, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Masuknya BNI memperkuat ekosistem pembiayaan yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi pengelola sumur masyarakat. Dengan dukungan perbankan, para pelaku usaha diharapkan memiliki modal kerja yang lebih kuat sehingga aktivitas produksi dan penjualan minyak dapat berlangsung lebih lancar.
Hal tersebut sejalan dengan surat pemberitahuan mengenai ketersediaan fasilitas Supply Chain Financing (SCF) Program Sumur Masyarakat bagi mitra korporat PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
Dalam skema tersebut, BNI menyediakan fasilitas Supplier Post Financing yang dapat dimanfaatkan oleh badan usaha milik daerah (BUMD), koperasi, maupun UMKM pengelola sumur minyak masyarakat yang menjual minyak mentah kepada PHE.
Fasilitas pembiayaan itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan modal kerja berdasarkan transaksi yang telah dilakukan dengan PHE. Selain memperkuat arus kas para mitra, program ini juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem financial supply chain yang terintegrasi antara PHE, lembaga keuangan, dan para pengelola sumur masyarakat.
PHE juga diharapkan mendukung implementasi program tersebut melalui penyampaian informasi kepada mitra, pemberian konfirmasi transaksi, validasi dokumen, hingga dukungan administratif lain yang diperlukan BNI dalam proses evaluasi pembiayaan.
Persaingan positif antarbank BUMN dalam menyediakan pembiayaan dinilai menjadi momentum penting bagi pengembangan sumur masyarakat. Kehadiran Bank Mandiri, disusul BNI, dan rencana keterlibatan BRI diharapkan semakin memperluas akses pendanaan sehingga para pengelola sumur rakyat dapat meningkatkan investasi operasional, memperbaiki peralatan produksi, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan lifting minyak nasional.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa penguatan sektor hulu migas tidak hanya bergantung pada aspek teknis di lapangan, tetapi juga pada dukungan ekosistem pembiayaan yang sehat.
Dengan akses modal yang semakin mudah, sumur-sumur masyarakat diproyeksikan mampu menjadi salah satu sumber tambahan produksi minyak nasional di tengah upaya pemerintah mengejar target ketahanan dan swasembada energi.


