Indramayu, Jabar, ruangenergi.com — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) terus mendorong penguatan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mempererat kolaborasi dengan pekerja. Salah satu langkah yang mendapat sorotan adalah pemanfaatan Indonesia Drilling Training Center (IDTC) sebagai ruang bersama untuk meningkatkan kapabilitas insan Pertamina Group.
Vice President Human Capital PDSI, Abimanyu Surya, mengatakan keberadaan IDTC memiliki nilai strategis karena tidak sekadar menjadi fasilitas pelatihan, tetapi juga dapat menjadi tempat bertemunya pekerja, manajemen, dan berbagai pemangku kepentingan.
Pernyataan itu disampaikan Abimanyu saat menghadiri sarasehan memperingati 16 tahun Serikat Pekerja Pertamina Drilling Services Indonesia (SPPDSI) di IDTC.
Menurutnya, IDTC memiliki keunggulan karena dilengkapi fasilitas pendidikan dan pelatihan pengeboran, termasuk rig pelatihan yang menjadi bagian dari Pertamina Group.
“IDTC ini tempat melatih kompetensi,” ujar Abimanyu.
Ia menilai penguatan kompetensi menjadi semakin penting karena kapabilitas pekerja di lingkungan Pertamina pada masa lalu belum sepenuhnya seragam. Karena itu, fasilitas seperti IDTC dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk membangun standar kompetensi yang lebih terintegrasi.
Bukan Sekadar Tempat Pelatihan
Abimanyu juga menilai masih banyak pihak di lingkungan Pertamina yang belum mengetahui keberadaan IDTC. Padahal, fasilitas tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara lebih luas.
“Jadi sangat disayangkan kalau tempat sebagus ini tidak dijadikan tempat kita berkumpul,” katanya.
Karena itu, kegiatan sarasehan pekerja di IDTC disebutnya sebagai momentum positif. Menurut Abimanyu, fasilitas yang tersedia seharusnya tidak hanya digunakan untuk kegiatan internal pelatihan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat hubungan industrial dan membangun sinergi antara manajemen dan pekerja.
Ia pun menyambut baik komunikasi yang selama ini dibangun manajemen PDSI dengan SPPDSI.
Abimanyu mengungkapkan, salah satu pekerjaan awal yang dilakukan setelah mendapat amanah di PDSI adalah membenahi hubungan industrial, termasuk penyelesaian persoalan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Menurut dia, proses tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan baik pada Februari lalu.
“Alhamdulillah di Februari kemarin bisa selesai dengan baik,” ujarnya.
Dorong Organisasi Lebih Terintegrasi
Selain hubungan industrial, Abimanyu menyoroti struktur organisasi PDSI yang menurutnya memiliki karakter berbeda dibandingkan sejumlah entitas Pertamina lainnya.
Kondisi tersebut, kata dia, turut memengaruhi fleksibilitas perpindahan atau mobilitas pekerja antientitas di dalam grup.
Karena itu, manajemen PDSI tengah mendorong agar persoalan tersebut dapat ditangani sehingga mobilitas dan pengembangan karier pekerja semakin terbuka.
“Kita perjuangkan, mohon doanya juga semoga bisa dipercepat,” kata Abimanyu.
Ia juga menyinggung proses transformasi yang saat ini masih dalam tahap kajian. Menurutnya, berbagai perubahan organisasi harus tetap dilihat dengan mempertimbangkan kepentingan bisnis sekaligus keberlanjutan PDSI sebagai perusahaan jasa pengeboran.
PDC dan PDSI Harus Tetap Jadi Kekuatan Utama
Dalam kesempatan itu, Abimanyu juga menekankan pentingnya mempertahankan posisi PDC sebagai bagian dari ekosistem bisnis PDSI.
Ia menjelaskan bahwa PDC memiliki keunggulan tertentu dalam skema bisnis internal Pertamina. Menurutnya, keunggulan tersebut akan menjadi kehilangan strategis apabila tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau itu diambil sama pihak lain, privilege itu hilang. Sangat disayangkan,” tegasnya.
Dari sisi kepemilikan, ia juga menilai penggunaan entitas dalam grup Pertamina akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perusahaan dibandingkan apabila pekerjaan tersebut dialihkan kepada perusahaan lain.
Karena itu, Abimanyu menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan SPPDSI dan memastikan hubungan antara manajemen dan pekerja tetap stabil.
Ia berharap IDTC ke depan semakin banyak dimanfaatkan oleh insan Pertamina Group, khususnya untuk memperkuat kompetensi di bidang drilling.
“Harapannya teman-teman bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di IDTC,” pungkas Abimanyu.
Bagi PDSI, penguatan kompetensi bukan sekadar agenda pengembangan SDM. Di tengah tuntutan industri hulu migas yang semakin kompleks, kualitas manusia, teknologi, dan fasilitas pelatihan menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing perusahaan sekaligus memperkuat posisi Pertamina dalam industri pengeboran nasional.

